Sabtu, 11 Juli 2009

SMAN 4 di Ruislag



KabarIndonesia - P. Siantar, Sekitar pukul 21.00 WIB, SMA Negeri 4 Pematang Siantar digusur oleh aparat kepolisian. Menurut saksi, kejadian ini berlangsung sejak pukul 4 sore. Puluhan aparat kepolisian masuk ke dalam SMAN 4 dan mulai mengeluarkan kursi dan meja belajar dari ruang belajar dan dinaikkan ke dalam truk pembuangan sampah.

Kabar tentang ruislag SMAN 4 ini sudah saya dengar mulai dari pertama kali masuk ke sekolah ini, yaitu pada tahun 2004. Tapi, sampai tahun 2009 baru terealisasi. Walau saya tidak terlalu mengerti mengenai peraturan tata wilayah kota katanya sekolah ini tidak memungkin berdiri karena berada di wilayah bisnis dan kota Pematangsiantar. Maka itu SMAN 4 harus dipindahkan ke lokasi yang lebih mendukungnya sebagai sekolah. Saya sih setuju-setuju saja kalau alasannya sesuai dengan yang di atas, tetapi tidak harus meruislag lahan dan bangunan ini khan? Banyak kotakota besar saat ini sedang berusaha melestrarikan bangunan tua yang mereka miliki dengan menjaga tetap berdiri bahkan diperbaiki. Kenapa bangunan ini tidak dialihfungsikan saja untuk tetap menjaga bangunannya. Yang saya tahu kota Pematangsiantar tidak memiliki wilayah bangunan tua seperti yang ada di beberapa kota.

Memang kemarin SMAN 4 sudah sempat pindah sekolah. Tapi itupun hanya kelas Xnya saja sedangkan kelas XI dan XII tetap di sekolah lama. Akhirnya siswa-siswi SMAN 4 melakukan demo, bagaimana tidak mereka tidak terima dengan ruislahg SMAN 4 apalgi kalo dipisah-pisah belajar mallah jadi makin repot.

Satu lagi hal yang belum tampak dari komitmen yang mau dilakukan, sekolah yang berada di Pusat kota
Pematangsiantar bukan hanya SMAN 4 Pematangsiantar saja, tetapi masih ada beberapa sekolah, yaitu :

1.
Yayasan Perguruan Kristen Kalam Kudus : TK & SD.
2. Yayasan Sultan Agung : TK, SD, SMP, SMA, STIE.
3. Yayasan Pendidikan Islam (Lupa namanya) : SD, SMP.
4. Yayasan Pergurun Metodhist : TK, SD.
5. SMP Negeri 1 Pematangsiantar
6. Yayasan Pendidikan Erlangga : SMP, SMA
7. 3 buah SD Negeri.

Tapi tidak terlalu terdengar kabar mengenai sekolah – sekolah tersebut. Tidak tahu jugalah mungkin karena penulis sudah tidak berdomisili di Kota Pematansiantar lagi. Tapi yang pasti komitmen Pemko dalam menertibkan tata wilayah kota Pematangsiantar boleh dipertanyakan.
Pemindahan gedung sekolah SMAN4 ini tentu saja membawa pengaruh bagi SMAN 4. Sejak beberapa tahun belakangan jumlah siswa baru yang mendaftar relative menurun. Ada beberapa alasan yang dimiliki lulusan SMP, yaitu lokasi SMAN 4 yang sebelumnya mudah dijangkau dari berbagai daerah, mis : perdagangan, Tiga Dolok, Tanah Jawa, Sidamanik, dll. Jadi apabila sekolah ini dipindahkan maka mereka akan memikirkan ongkos yang dikeluarkan nantinya. Kalau dari segi kualitas pendidikan sepertinya tidak terlalu berpengaruh, buktinya SMAN 4 masih mampu memperoleh Juara Umum pada Olimpiade Mata Pelajaran se – Kota Pematangsiantar, dan beberapa kompetisi lainnya.

Kalau saya melihat lokasi sekolah yang baru sebenarnya lebih merasa nyaman dengan lokasi sekolah yang lama. Melihat bentuk fisik bangunannya dan berbagainya saya rasa tidak lebih baik dari gedung SMAN 4 yang lama. Dan sebagai alumni juga ini membawa sedikit perubahan di dalam diri saya. Sebagai seorang alumni ketika saya dating berkunjung ke SMAN tentu saya akan melihat fisik sekolah juga, mengenang tempat – tempat atau kelas – kelas saya dulu, tapi sekarang apa ya??

Walau demikian, saya tetap cinta kepada SMAN 4 Pematangsiantar. Apa pun yang saya tulis diatas hanyalah pendapat seorang alumnus yang sebenarnya merasa keberatan akan ruislag ini. Tapi apa boleh buat ‘nasi sudah jadi bubur’ SMAN 4 sudah dipindahkan juga.
SMAN 4 Pematangsiantar…. JAYA…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar